Perokok Pasif Berisiko Sama dengan Perokok Aktif

NEW YORK- Siapa bilang perokok pasif tak banyak merugi dibanding perokok aktif? Penelitian terbaru menyatakan bahwa orang yang menghirup asap rokok dari orang lain kendati mereka tak merokok memiliki risiko sama besarnya dengan yang merokok. Bahkan anak-anak merupakan korban terbesar dari perilaku macam ini.
American Cancer Society (ACS) mengklaim bahwa para perokok bertanggung jawab pada setidaknya 35.000 hingga 40.000 kematian perokok pasif di Amerika Serikat (AS). Mayoritas kematian ini disebabkan oleh kanker paru-paru di kalangan orang dewasa yang tak merokok. Penyebab lainnya adalah gangguan pernapasan termasuk batuk, gangguan fungsi paru-paru dan pernapasan. Ada anak-anak yang menghirup asap rokok dari perokok di sekitarnya, didapati menderita infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia atau bronkitis. Bahkan penyakit ini menyerang anak berusia 18 bulan.
ACS memperingatkan bahwa siapa saja harus menghindari sebisa mungkin dirinya menjadi perokok pasif. Ada sejumlah tempat yang sangat potensial menjadikan orang sebagai perokok pasif, yakni tempat kerja, tempat-tempat umum seperti stasiun, restoran, kafe, bahkan juga sekolah atau kampus. Bahkan rumah kita sendiri juga bisa menjadi tempat paling berisiko apabila kita membiarkan anggota keluarga merokok di dalamnya, demikian menurut ACS seperti yang dilansir Health Days News belum lama ini.Perokok Pasif Berisiko Sama dengan Perokok Aktif

NEW YORK- Siapa bilang perokok pasif tak banyak merugi dibanding perokok aktif? Penelitian terbaru menyatakan bahwa orang yang menghirup asap rokok dari orang lain kendati mereka tak merokok memiliki risiko sama besarnya dengan yang merokok. Bahkan anak-anak merupakan korban terbesar dari perilaku macam ini.
American Cancer Society (ACS) mengklaim bahwa para perokok bertanggung jawab pada setidaknya 35.000 hingga 40.000 kematian perokok pasif di Amerika Serikat (AS). Mayoritas kematian ini disebabkan oleh kanker paru-paru di kalangan orang dewasa yang tak merokok. Penyebab lainnya adalah gangguan pernapasan termasuk batuk, gangguan fungsi paru-paru dan pernapasan. Ada anak-anak yang menghirup asap rokok dari perokok di sekitarnya, didapati menderita infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia atau bronkitis. Bahkan penyakit ini menyerang anak berusia 18 bulan.
ACS memperingatkan bahwa siapa saja harus menghindari sebisa mungkin dirinya menjadi perokok pasif. Ada sejumlah tempat yang sangat potensial menjadikan orang sebagai perokok pasif, yakni tempat kerja, tempat-tempat umum seperti stasiun, restoran, kafe, bahkan juga sekolah atau kampus. Bahkan rumah kita sendiri juga bisa menjadi tempat paling berisiko apabila kita membiarkan anggota keluarga merokok di dalamnya, demikian menurut ACS seperti yang dilansir Health Days News belum lama ini.